الحمد لله رب العالمين، ولا رب لهم غيره، ولا يطاع في السر والعلن سواه، وصلى الله على معلم الناس الخير محمدٍ هادي الإنسانية إلى سنة الحق، وعلى آله وصحبه وسلم.
Dengan izin Allah Swt. akhirnya blog ini kembali dibuka, yang sempat ditutup atau lebih tepatnya dibatasi aksesnya.
Sebagai informasi, penulis memiliki dua blog yang beralamatkan (1) www.darmawanindra.wordpress.com dan (2) www.darmawanindra.blogspot.com
Penulis bermaksud untuk membagi topik dan konten pada kedua blog di atas. Khusus untuk blog yang Anda sedang kunjungi ini direncanakan sebagai tempat pos-pos yang bersifat agama (fiqh, syari’ah, dst). Sedangkan yang satunya (platform Wordpress) untuk selain agama.
Niatan mengapa akhirnya kembali membuka blog ini karena ada beberapa sebab.
Pertama, penulis ingin melakukan shadaqah jaariyah berupa ilmu kepada siapa pun yang mendapatkan kemanfaatan dari membaca uraian penulis. Disadari maut atau kematian pasti akan menjemput, dengan ini semoga bisa menjadi tambahan pemberat amal bagi penulis.
Kedua, bisa saja topik yang dibahas penulis mungkin sudah dibahas oleh ulama atau ahli agama lain. Namun dengan harapan karena penulis yang menguraikan, bisa jadi ini menjadikan jalan bagi teman-teman penulis lebih tertarik untuk membuka blog penulis ketimbang media dakwah mainstream yang lain/yang telah ada.
Sebab-sebab lain berikut ini (diambil dari Muqaddimah Pos Agama pada blog penulis berplatform Wordpress).
Judul pos kali ini adalah ‘muqaddimah pos agama.’ Muqaddimah memiliki arti pengantar atau kata pengantar. Pos ini penulis maksudkan untuk memulai atau mengantarkan pada pos-pos selanjutnya yang bertemakan tentang agama.
Tulisan penulis yang bertopik agama dimaksudkan untuk menambah wawasan keagamaan penulis saja. Harapannya dengan kembali membuka literatur-literatur agama dan serta menuliskan kembali, maka penulis akan mendapatkan insight atau ‘ibrah yang bermanfaat lagi baik khususnya bagi penulis pribadi dan pembaca umumnya. Namun demikian, tulisan yang penulis tulis ini tidak dimaksudkan untuk disebarkan sebagai sebuah pemahaman umum yang layak diterima masyarakat. Sehingganya mungkin akan ditemui beberapa tulisan yang bersifat ijtihadi yang itu boleh jadi merupakan ijtihad (pendapat) penulis pribadi.
Adapun substansi tulisan penulis beraneka mulai dari kritik, refleksi, dan kontemplasi baik terhadap apa yang saya alami maupun apa yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat dewasa ini. Oleh karena sifatnya yang kontemplatif hal tersebut kadang penulis maksudkan terhadap auto-kritik bagi diri penulis sendiri; artinya tidak semua yang penulis tulis ini sudah penulis lakukan atau amalkan, terkadang tulisan penulis sendiri adalah doa dan harapan bagi penulis sendiri agar sampai pada titik itu.
Penulis sangat terbuka menerima evaluasi terhadap tulisan-tulisan penulis jika memang terdapat kekeliruan. Namun demikian jika kekeliruan itu pada hakikatnya masih dalam kerangka keaneka-ragaman pendapat maka sebaiknya sikap yang diambil adalah tasamuh (menghormati pendapat yang berlainan).
Tidak jarang pula akibat gaya tulisan penulis yang berkemungkingan menimbulkan multi-tafsir pemaknaan, maka dianjurkan untuk menanyakan langsung kepada penulis terkait tulisan tersebut baik melalui komentar maupun bertanya langsung.